Pelajaran Berharga (Tawakal, Sederhana dan Qona’ah)

Satu hari saya jalan melintas di satu daerah. Tetidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: “Nanti di depan ke kiri ya”.
“Masih banyak, Pak Ustadz”.
Saya paham. Supir saya mengira saya
pengen beli bensin. Padahal bukan. Saya pengen pipis.
Begitu berhenti dan
keluar dari mobil, ada seorang sekuriti. “PakUstadz!” . Dari jauh ia melambai dan
mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.
“Pak Ustadz,
alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV
saja…”. Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.
“Saya ke toilet dulu ya”.
“Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?”
“Saya buru-buru loh.Tentang apaan sih?”
“Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz”.
Sejurus kemudian
saya sadar, ini Allah pasti yang “berhentiin” saya. Lagi enak-enak tidur di
perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin. Akhirnya ketemu
sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini
barangkali “target operasi” dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya.
Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, “Ok, ntar habis dari toilet ya”.

***
“Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?”, tanya saya membuka
percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini.
Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas
ngopi-ngopi ringan.
“Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?”
“Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya” .
“Wah, ustadz langsung nembak aja nih”.
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan
saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi
sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya
begitu-begitu saja.
“Udah shalat ashar?”
“Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja”.
“Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?”
Sekuriti itu senyum aja.
Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah,
kalau kita niatkan sebagai ibadah. Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni
kalau ibadah wajibnya, tetap nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh
belas, ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita
niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh.
Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima
tamu pas waktu shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan
Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah?
Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih
sedikit ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita. Kayaknya perlu dipikirin lagi
tuh sebutan-sebutan ibadah.
“Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini”,
saya mengejar.
“Ya, kurang lebih dah”.
Saya mengingat diri saya dulu yang
dikoreksi oleh seorang faqih, seorang `alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu.
Di awal waktu. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi Rizki bila shalatnya
tidak tepat waktu. Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk
mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat.
Entar-entaran. Itu kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan
mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he
is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia
dengan saya.
“Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima , memang untuk mengejar
ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai
ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita
shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan
shalat, kita telat terus, maka berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu
setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam
setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu baru telat saja, belum
kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar
lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari
senang”.
Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih
begitu. Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut
mukanya, nampaknya ia paham. Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He
he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama
lawan bicara?
Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini
telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih
seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka
usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa
jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.
Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya
seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak
kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanya an seperti
ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita,
bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta. Insya Allah ada
waktunya pembahasan yang demikian.
Kembali kepada si sekuriti, saya tanya,
“Terus, mau berubah?”
“Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?”
“Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya”.
“Ngebut gimana?”
“Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima -an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan
Allah”.
Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah
standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang
Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini. Kan aneh. Dia pada kerja
supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang
Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya
seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan persiapannya masya
Allah. Eh, giliran ketemu Allah, amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan
tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal
sama Allah.
“Yang kedua,” saya teruskan. “Yang kedua, keluarin sedekahnya”.
Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. “Pak Ustadz, pegimana
mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga
terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan”.
“Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?”
“Satu koma tujuh, Pak ustadz”.
“Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran
sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede”.
“Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz”.
“Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?”
“Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah
lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz”.
“Koq bisa?”
“Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt”.
“Terus, kenapa masih kurang?”
“Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak”.
“Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?”
“Pengen kayak orang-orang
Pak Ustadz”.
“Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya.
Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot”.
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran
motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang
lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan
model begini, ya nombok dah jadinya.
“Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?”
“Mau Ustadz. Saya benahin dah”.
“Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin
cakep kalo anak-anak juga dikerahin. Ikutan semuanya ngebenahin shalat”.
“Siap ustadz”.
“Tapi sedekahnya tetap kudu loh”.
“Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada”.
“Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq”.
“Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah
lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya”.
Sekuriti ini
berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab
tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga
keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat.
Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah.
Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti, “Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?”. Si sekuriti mengangguk. “Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?” . Sekuriti ini ngangguk lagi. “Selama saya
bisa, saya akan jalanin,” katanya, manteb.
“Gajian bulan depan masih ada ga?”
“Masih. Kan belum bisa diambil?”
“Bisa Dicoba dulu”.
“Entar bulan depan saya hidup pegimana?”
“Yakin ga sama Allah?”
“Yakin”.
“Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau”.
Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya.
Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga
perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Trmasuk
dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya.
Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur´an. Perasaan
udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum´at aja nunggu komat,
sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia aminin. Itulah barangkali yang
sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun,
padahal dia Sarjana Akuntansi!
Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi.
Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati.
Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup. Apa boleh buta, eh, apa boleh
buat. Yang penting kerja dan ada gajinya. Bagi saya sendiri, ga mengapa punya
banyak k ei nginan. Asal k ei nginan itu k ei nginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini,
biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau
menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan
dengan tingginya harga,. Ga kebagian.

***

Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir
ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh.
Semuanya.
“Mana bisa?” kata komandannya.
“Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani”.
Komandannya terus mengejar, buat apa?
Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan
saya. Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung
sama ownernya ini pom bensin. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan
30% aja belum tentu lolos cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab
komandannya ini ikutan merayu, “Buat sedekah katanya Pak”, begitu kata
komandannya.
Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini.
Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya
dengan saya, menjadi kisah yang dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh
bos nya.
“Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya”, begitu lah
pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama
Allah melalui jalan shalat dan sedekah.
Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh
begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan kerjaannya.
Malah tambah cerah muka nya.
Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.
Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali akan
betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti. Supaya benar-benar menjadi
tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum
dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga,
sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti.
Suatu hari bos nya pernah berkata, “Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia
berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa
sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon.
Percuma”.
Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga
kasbon.
Berhasil kah?
Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.
Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya
adalah rahasia dirinya.
“Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang
lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren”.
Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan
bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini benar-benar
bikin bengong orang pada.
Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, trjadi keajaiban.
Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga
trlibat secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual.
Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia
sedekah 1,7jt gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di
kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu trjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan
kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti
bulan.
Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu
sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya
melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya
ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan ? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor
dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta. Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt
uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari
simpenan ibunya sendiri.
Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon.
Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.
Apakah cukup sampe di situ perubahan yang trjadi pada diri si sekuriti?
Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi.
Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan staff keuangan
di sana . Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah.

Saudara-saudaraku sekalian. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah,
Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga
mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan.
Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Tapi lihatlah,
ilmu yang sedikit ini dipake sama dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja
penuh buat perubahan dirinya, buat perubahan hidupnya.
Subhaanallaah, masya
Allah.

Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini berhasil keluar sebagai pemenang,
siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya
pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si sekuriti ini. Barangkali
cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Setelah itu,
kembali lagi pada rutinitas dunia. Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan
menjadi manusia-manusia pembelajar.

Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti
esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya, siapa
sekuriti ini yang dimaksud? Di mana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan
orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang
menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di
antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami
keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan
sebagiannya lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya
orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh.
Dan memang bukan apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat
seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh.

Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan
kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut
sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak, sudah, jangan
terus-terusan meratapi dosanya. Kejar saja ampunan Allah dengan memperbanyak
taubat dan istighfar, lalu mengejarnya dengan amal saleh. Persis seeperti yang
kemaren-kemaren juga dijadikan statement esai penutup.

Kepada Allah semua kebenaran dan niat dikembalikan. Salam saya buat keluarga dan
kawan-kawan di sekeliling saudara semua. Saya merapihkan tulisan ini di halaman
parkir rumah sakit Harapan Kita. Masih di dalam mobil. Sambil menunggu dunia
terang. Insya Allah hari ini bayi saya, Muhammad Yusuf al Haafidz akan pulang ke
rumah untuk yang pertama kalinya. Terima kasih banyak atas doa-doanya dan
perhatiannya. Mudah-mudahan allah membalas amal baik saudara
semua.

From : Lely (makasih yoo!!!)

Published in: on 27 November 2008 at 1:34 pm Comments (3)

Antara Semangat & Kena Marah (blog lagi…)

emang sih…

rada-rada agak telat posting tentang satu ini, coz minggu ini sibuk berat, koreksi soal siswa, buat soal semester, ujian tengah semester, tugas kuliah, belom lagi kerjaan dengan pak hanis. (maaf tidak bisa berbuat banyak untuk lebih baik…)

sabtu, 22 November 2008

ya sih seperti biasanya pagi datang ke skul, apalagi hari ini aq ada kelas lumayan banyak. jam pertama masuk kelas XII. IPA 3.  hari ini emang tidak belajar lagi. saya hanya ngasih informasi tentang tugas akhir semseter.  dan selanjutnya meraka belajar membuat blog,

Friendster itu hanya untuk anak kecil, kalo sudah besar harus ada blog”

nah, mau bilang apa kalo anak-anak sudah di bilangai seperti itu, ya walaupun yang jadi hanya 5 buah blog saja, tapi itu cukup sebagai awal. semoga di waktu yang akan datang bisa lebih baik lagi. selesai istirahat aq ngajar lagi. kali ini kelas xii.IPA 4. dan merekapun buat blog. ya sih, emang lebih banyak yg berhasil buat kali ini, tapi ada sedikit masalah. waktunya keburu habis ketika anak-anak asyik belajar.

Published in: on at 12:43 pm Leave a Comment

Anak SMAN 5 & Blog lagi

20 November 2008

hari ini anak anak masih UHB ke 2. kebetulan jam pertama tadi aq dapat jatah ngawas. ya sambil ngawas sambil ngoreksi hasil UHB mereka kemaren. mana yang di awas anak kelas XI IPS lagi. ya harus ektra konsen lagi nih. harus lebih waspada dengan segala gerak geriknya.  lumayan sambil ngawas aq bisa ngoreksi dapat 3 ruangan. hehehe

setalah itu aq beresi instalasi komputer kemarin yang belum aq selesaikan, karena drivernya tidak ada. yup dalam waktu 20 menit akhirnya komputernya siap untuk di gunakan dengan segala atribut yang di perlukan tentunya. setelah itu aq keluar sebentar untuk ngantarke besi jok motor kak yan yag ada di box vespa ku. sekalian beli kabel USB printer. setalah itu aq install driver printer di lab biologi. ternyata waktu terus berlalu sekarang telah selesai istirahat. dan itu artinya bersiap masuk kelas untuk ngajar lagi. ya seperti biasa hari kamis aq dapat jatah 3 kelas. dan artinya aq masih punya 2 kelas sisa setelah istirahat.

ada kelas XII. IPS 1 yang masuk pertama setelah istirahat, karena materi pelajaran telah di selesaikan semua hari ini merka hanya kedapatan tugas akhir semester berupa desain web dengan menggunakan adobe photoshop. dengan segala ketentuan yang telah di sesuaikan tentunya. hehehe. sepertinya meraka pada gak setuju dengan tugas akhir ini. dan mereka mencoba tuk tawar menawar dengan tugas itu. tapi itu hanya akan kembali pada ketentuan awal. mereka usul agar tugas itu di kerjakan dengan kelompok, saya jawab boleh, mau 1 kelompok dua orang boleh, tapi nilainya nanti saya bagi dua. mau tiga orang satu kelompok juga boleh, dan tentunya nilainya akan saya bagi tiga, mau….. (hohoho, emang enak tawar menawar dengan saya..)

di jam ke 7 & 8 ada kelas XII. IPA 1. ya seperti tadi aq cuma ngasih tugas akhir dan sedikit cerita tentang blog. kata pertama yang aq bilang ke anak-anak adalah “FS itu untuk anak kecil, kalo sdh besar harus pindah ke BLOG”. wek, mereka terkejut dengan kata-kata seperti itu dan dengan penasaran tentunya. satu oarang coba daftar tambah satu lagi, satu lagi. wah kayaknya banyak juga, tapi sayang koneksinya lambat jadi proses daftarnya rada tersendat deh, yang berhasil hari ini ada 5 orang ada yaitu

nah. lumayan juga, ada ish yang buat tapi gak berhasil dan itu menyisahkan rasa penasaran bagi mereka. lumayan artinya merak akan mencoba untuk membuat lagi. ada juga yang lain ingin membuat tapi gak ada email. hehehe yang ini malah lebih parah lagi. masa anak SMA gak ada email yang valid.  malu dan lucu sih kalo aku pikir ulang, apa lagi aq sebagai guru TIK mereka. (harap maklum ya)

ya. hari esok akan ada bloger baru lagi yang daftar. itu harus dan itu harus dari anak SMAN 5 palembang. itu harus berkelanjutan. bukan hanya satu posting, tapi nantinya itu bisa jadi cerita masa lalu meraka, itu bisa jadi referensi buat mereka. semoga

SEMANGAT….

Published in: on 20 November 2008 at 1:47 pm Leave a Comment
Tags: ,

KPLI, Latihan Blog Dan SMAN 5

jumat, 14 Novemver 2008
biasanya aq tidak datang ke sekolah, karena ada kul jam 10.00, dan di sekolah hari ini aq juga tidak kelas mengajar. biasanya aq masih males-malesan di rumah tapi tidak tau kenapa hari ini aq semangat sekali datang ke sekolah. padahal kepalaku lagi gak beres karena tugas yang bertumpuk, tugas membuat soal UHB, soal semesteran yang harus di kelarin dengan segera, tugas kuliah, buat artikel tentang SQA.
seminggu ini emang lagi stress berat, semuanya pada numpuk, tugas kuliah, tugas di sekolah, mana koneksi di warnet tidak normal.

padahal semalam aq br tidur jam 2.30 pagi, kerena beneri warnet di kertapati. itupun masih ninggalin kerjaan 1 komp lagi.. bangunnya pun jam 5.00. dengan kondisi yang sedemikian rupa itu aq masih bisa datang ke sekolah. denga PD yang cukup aq ke sekul dengan baju kaos SPEEDY. emang rada gak sopan sih. walaupun itu hari jumat.

jam 07.30 sampai di sekolahan, buka laptop dan kegiatan biasanya di lakukan. buka FS, email, dan cek blog. jangan lupa elearning kampus, sp tau ada berita baru. hehehe. YM di aktifkan dan cek sana-sini, karena baju yang di pakai tidak sesuai jadi aq hanya diam di lab saja hari ini.

waktu yang terus berlalu. jam 09.00 jafis menghapiri dengan kelu kesahnya. ada masalah dia bilang ada acara pelatihan blog di SMKN2 tapi di batalkan oleh pihak sekolah karena ada ujian praktek, aq bilang saja coba u konfirmasi ulang gak mungkin kan kalo semua siswa itu ujian praktek semua. dan tentukan ulang waktunya. sederhana kan kalo cuma seperti itu.

tapi, jafisnya bilang kalo mereka sdh gak mau lagi konfirmasi ke skul itu gmn kalo acara pelatihannya di alihkan ke SMA N 5 saja. nah itu dia masalahnya, komputer di lab sekarang sungguh tidak mengizinkan untuk di pake palatihan.  malah dia minta pelaksanaannya besok lagi. tambah pusing aq. tapi masih ada waktu.  tenang, dan tenang, rasanya sih ingin marah juga sama teman-teman jafis, kenapa tidak di respon ulang jawaban dari SMK2 itu. mana orang sekarang lagi banyak tugas lagi, quiz kuliah, tugas presentasi kuliah. kerjaan di warnet menunggu. mana ada janji dengan pak hanis lagi…..

ok lah aq sanggupi untuk jadi tuan rumah latihan itu. tapi aq harus koordinasi dulu dengan pihak sekolah untuk acara ini.  harus ngumpulin siswa yang mau ikut acara ini mana sekarang sudah jam 10.30 lagi. aduh emang kenapa aq harus sibuk lagi dengan beban pikiran dan kerja yang menumpuk.

setelah koordinasi dengan dengan sekolah dan tinggal memanggil anak-anak yang mau ikut latihan esok. dan deal tentang waktu pelaksaannya besok. tinggal tugas sekarang adalah menyiapkan komputer yang di gunakan untuk pelatihan besok. dan itu artinya waktu aq akan tersita di sini untuk komputer ini. padahal sdh ada janji dengan pk hanis lagi. aduh tambah pusing aq jadinya. tapi ada alasan bagus untuk ini. karena hari sedang hujan maka aq bisa kerja’in komputernya dengan sedikit tenang. hehehehe

sekitar jam 15.30 kerjaan konfigurasi komputernya selesai. lumayan. tapi sayang hari masih hujan. dan mulai gelap lagi. dengan modal nekat aq putuskan untuk tidak kuliah hari ini dan langsung pulang saja lah. gak bisa aq ke kertapati dengan kondisi basah-basah.

selesai magrib ada telpon dr pak hanis. bener sekali dia menanyakan apakah aq td sudah ke kertapati, ya mau bilang apa kalo yang seperti ini.akhirnya aq ke kertapati malam ini dengan di jemput tentunya. hehehe dan jam 09.00 malem aq br pulang, dan akhirnya aq bisa sedikit istirahat malam ini. alhamdulillah. ya walaupun besok pagi ada acara lagi

sabtu, 15 November

pagi aq sudah siap ke sekolah dan harus dengan semangat baru tentunya. hari ini aq mendampingi siswa untuk studi sejarah dan budaya. dan hari ini acara pelatihan blog itu juga berlangsung. tapi aq tidak bisa datang saat kegiatan itu. aq harap acaranya nanti berjalan dengan lancar. dan semoga koneksinya lancar walaupun lambat. aq cm bisa titip pesan dengan ariyani untuk acaran nanti. tolong di bantu agar berjalan dengan baik.

jam 03.00 sore aq baru sampai lagi di sekolah dan aq lihat di lab suasana nya sudah sedikit berunah dengan adanya spanduk dan orang-orang luar yang datang. hehe. aq dengan cueknya apalagi dengan topi seperti tukang becak dan handycam di tangan aq masuk aja seprti tidak ada mereka. maaf ya,kita belum kenal dan belum tau sp kalian. ketika di depan pintu lab aq liat jafis ada di dalam dan anak-anak sudah hampir kelar dengan blognya. sepertinya acaranya berjalan dengan lancar dengan dengan sangat baik. alhamdulillah. walaupun kerjaan aq masih ada yg menunggu untuk di bereskan. setidaknya kerjaan ini berakhir dengan baik. setidaknya anak2 puas dengan adanya pelatihan ini..

ya tinggal gmn kalo ada pelatihan sesi-sesi lain di masa depan aja

semangat

Published in: on 19 November 2008 at 2:03 pm Comments (8)