Teknik Collase

Untuk pengolahan imaging dasar pertama kali ini anda akan berkenalan dengan tehnik kolase. Tehnik ini biasa dipakai untuk membuat bayangan benda seperti tersamar terhadap objek latar belakangnya. Tehnik dasar ini nantinya bisa anda implementasikan/digabungkan dengan tehnik lainnya dengan cara yg berbeda pula.
Barikut ini cara mengolah gambar menggunakan teknik collase

1. File > Open, Pilih gambar latar nama sunset.jpg

2. File > Open kembali, kali ini buka file girl.jpg

3. Aktifkan file girl.jpg

4. Pilih Move Tool

5. Pindahkan girl.jpg ke kanvas sunset.jpg

6. Ubah ukuran dari girl.jpg sehingga proporsional dengan latar belakang dengan perintah Image > Transform > Scale

7. Setelah ukurannya sesuai dengan yg anda harapkan, akhiri perubahan ukuran tersebut dengan menenkan ENTER pada keyboard anda.

8. Sekarang anda lihat diatas pallete layer, ada penunjuk opacity 100%, anda bisa merubah opacity dari girl.jpg (layer ini yg aktif skrg). Dengan menggerser slider pada kolom opacitynya.

9. Untuk hasil yang lebih sempurna kita perlu memperhalus kesan Kolase pada girl.jpg. dengan cara menghapus pinggiran dari gambar tersebut.

10. Ganti tool anda sekarang dengan Eraser tool. Lalu pada menu tool anda bisa ubah jenis eraser anda dengan yang lebih halus tekanannya.

11. Mulailah menghapus pinggiran gambar anda dengan hati-hati.

12. Semakin sering anda berlatih, akan semakin sempurna hasil yg anda capai

13. Selamat berlatih

Published in: on 15 August 2008 at 12:53 pm Leave a Comment

Ketika Cinta Hanya Sebatas Asa

ketika kenal hanya dengan milihat foto, berbicapun hanya melalui dunia maya, tapi kenapa ada rasa lain, emang sedikit berbeda dari biasanya.

selanjutnya bertemu dan bertatap muka, jalan dan nonton semuanya berjalan dengan baik dan di rasa cocok, komunikasi terus berlanjut walaupun hanya sebatas telpon, dirasa semuanya baik-baik saja. kegiatan ku pun berjalan dengan lanjar dan kerjapun tidak ada halangan yang terjadi.

ketika di undangpun dia datang dengan kadonya, di datang saja aq sudah cukup senang. komunikasi berjalan dengan lancar dan sepertinya tidak ada sesuatu yang di sembunyikan. setelah acara itu emang kita tidak pernah temuan lagi, apalagi kegiatanku pun cukup menyita waktu dengan adanya kak yan yang minta bantu membuat mail server untuk tugas akhir skipsi dia. komunikasi berkurang di tambah lagi denga nomor aq yang kebanyakan aq matikan agar kerjaan aq bisa berjalan dengan baik. karena tugas akhir kak yan emang memerlukan konsentrasi yang banyak. karena sudah 1 bulan ini di coba tapi belum selesai juga.

paling juga hanya sekedar sms saja yang isinya pun hanya sekedar menanyakan gimana kabarnya, walaupun tidak ada balasan. lumayanlah untuk memuaskan rasa hati ini.

emang dari awal aq bilang ke dia aq belum mau yang namanya pacaran, karena itu hanya sebuah main-main saja, aq mau hubungan yang serius karena ini bukan waktunya main-main lagi, apalagi dengan kondisi sekarang ini, kerjaan yang cukup banyak, sebentar lagi kuliah masuk. aq tidak mau itu hanya sebagai penghalang, untuk masa depan aq, aq bukan tidak suka dengan wanita, tapi aq mau wanita yang bisa mengerti aq, walaupun aq harus berusaha keras mengerti tentang mereka. emang tidak seimbang sih, kalo aq hanya mau di mengeri tanpa bisa mengerti tentang orang lain.

teringat postingan aq sebelumnya

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

tapi bedanya aq tidak mengucapkan kata cinta padanya secara langsung.

semalam ketika aq lg beresin warnet di kertapati, aq coba tuk hubungi dia dan bisa masuk, dan ketika di tanya sedang apa dia, dia bilan sedang telponan dengan pacarnya!!

jangan di tanya bagaimana rasanya pada saat itu!!

tapi aq rasa cukup senang dengan ke-terus terangan dia, aq senang sebagai sahabat dia bisa dapat pacar lagi!!

maaf kalo tidak berani untuk mengungkapkan rasa ini dengan terus terang

sekarang engkau hanya sebatas asa

CINTA

Published in: on 14 August 2008 at 10:41 am Leave a Comment

Surat Buat CintaKu

Assalamu’alaikum wahai engkau yang melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku, andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangku tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku. Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu… aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai, semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.

Wassalam
Published in: on 9 August 2008 at 8:37 am Leave a Comment

Kirain donat, ternyata!!!

sudah minggu ke 4 kerja ini berjalan tapi hasilnya sunggu tidak memuaskan sama sekali, padahal waktu terus berjalan dengan cepatnya!!!
kirain dengan selesainya emailservernya semuanya akan berjalan dengan baik, tapi dai tidak mau kerja sama juga, masih ada bagian lain yang tidak setuju untuk itu!!!
sudah sangat cape’ sekali!!
rasanya ingin sekali aq tidur siang bulan ini!!!
tapi tidak bisa juga !!
semuanya telah aq korbankan
client, uang sampingan, waktu yang tidak terhingga!!
tapi kenapa kau tidak mau selesai juga!!!
akankan kita bisa berjalan berdampingan bersama, menjalin kerja sama yang baik, saling membantu,
ohh!!!
aq hanya bisa berharap ini bisa menjadi pelajaran yang sanga t berharga untuk masa yang akan datang.
semoga ini bisa aq gunakan di hari esok yang ku yakin sangat cerah!!
tapi, kenapa belum ada titik temu untuk semua ini. rasa putus asa sudah sangat dekat sekali rasanya. tapi harapan teman yang di di iringi dengan semangatnya yang membuat aq cukup bisa bersabar dan bisa memompa semangat lagi, terus berusa untuk itu. setengah hati emang, tapi aku yakin ini akan ada akhirnya.
waktu yang terus bergilir inilah yang hanya menjadi teman. komputer yang setia, musik yang tidak ada bentuknya lagi. ya, hingga ada blog ini tempat aku mencurahkan segalanya.
maaf teman aq belum cukup ilmu untuk itu , untuk membantumu menyelesaikan tugas akhir mu ini.
dahulu aq terlalu menganggap ini remeh, mudah, cepat diselesaikan, padahal tidak tahu menahu bagaimana cara menconfigursinya hingga dia bisa berjalan dengan baik. hingga dia bisa menanggapi semua permintaan yang ada.
sekarang itu sepertinya hanya bisa menjadi hayalan belaka, terlalu sombong, terlalu tinggi hati, terlalu menganggap remeh semuannya, hingga kau tertimpa denga semuanya!!!, rasa sesal memang selalu datang terlambat .
semoga ini menjadi ibroh buat saya!!
Published in: on 8 August 2008 at 5:30 pm Leave a Comment