Syukur

Minggu, 19 desember 2010. Ada kejadian kecil yang hampir luput dari pandangan dan mata hati. Saat ini aku baru sampai di dpn rmh calon istri tuk bertamu, di depan rumah ada bapak-bapak sedang duduk dengan santai di temani dengan secangkir kopi yang sudah hampir habis. Bapak itu baru selesai menurunkan batu kali dari sebuah mobil pick-up. Lumayan banyak untuk kerja seorang bapak yang sudah berumur. Tapi ketika saya tanya “sendirian ya pak?”. Dengan entengnya bapak itupun menjawab, “iya mas, sudah biasa kok”. Saya terkejut, dalam hati saya berujap kuat juga nih bapak, mulai dari depot, masukan batu ke mobil sendiri, trus jadi sopir mengantarkan batu ke pelanggan kemudian menurunkannya kembali sendiri. Aku yang masih muda ini saya berfikir dua kali untuk kerja sendiri, walaupun di kampung juga kerja seperti itu dulunya. Sedikit banyak saya tanya sama bapak tadi, tentang harga batu dan pasir sekarang untuk tahu info saja, dengan harga batu yang di bawah bapak itu sediri, satu mobil pic-up itu hanya di hargai Rp. 27.000. aku pun berpikir, berapa gaji bapak itu untuk kerja seperti ini kalau harga batunya saja hanya segitu, sedangkan aku saja yang kerjanya cukup santai dengan honor cukup juga, sering kali masih mengeluh tentang pendapatan perbulannya.
Itu cerita pertama, cerita kedua hampir sama, tapi hanya aku hanya melihat saja. Tadi sore sekitar jam 8 malam sepulang ngantar calon istri pulang kerja, di tengah jalan aq melihat sebuah mobil pic-up kembali yang isinya pasir dan 2 orang laki-laki yang usianya gak jauh berbeda dangan usiaku, masih di bawah 30 tahun. Saya lihat mereka duduk di atas tumpukan pasir yang akan mereka antarkan ke suatu tempat, gak tau apakah di antar ke pelanggan atau ke sebuah toko, itu tidak jadi masalah buatku. Yang mungusik hatiku adalah kedua laki-laki tadi. Sudah tengah malam begini mereka masih dengan semangat mencari rezeki. Sedangkan aku hari ini Cuma browsing, kerjaan yang ada tidak terlalu di gubris, di anggap remeh setiap amanah yang di berikan. Menggap enteng segala hal, terlau memandang rendah segalanya.
Tersadar diri ini atas apa yang telah di lakukan, betapa diri ini sungguh tidak pandai beryukur atas nikmat yang telah di beri, tidak bisa bersukur atas nikmat waktu, bagaimana dengan remehnya menyia-nyiakan waktu yang telah di beri, padahal seringkali dengan sangat sadar malah, kala dengan kemalasan yang ada. Dengan sangat sadar bahwa waktu tidak akan perna terulang kembali, walaupun itu hanya satu kali. Seperti di bulan ini, ada beberapa kerjaan dan urusan pribadi yang seharusnya sudah kelar dari kemarin-kemarin, mulai dari mengecek radio untuk wireless di sekolah, menghadap kepala program di tempat kuliah, mengurus ATM yang rusak dan hilang kemarin hingga tugas kuliah yang tidak juga di kerjakan sampai dengan sekarang.
Selain waktu seuatu yang sering tidak kita syukuri adalah rezeki yang telah di beri, batapa kita selalu merasa kurang atas apa yang telah di dapat. Sangat benar jika Rasulullah pernah berkata, lihatlah ke bawah untuk urusan duniamu dan lihatlah ke atas untuk urusan akhiratmu. Katika kita membandingkan rezeki yang kita dapat dengan orang – orang yang bawah kita, yang mana mereka telah bekerja jauh lebih berat dari kita, tapi mereka menerima setiap rezeki yang di beri dengan senyum dan rasa syukur. Semoga diri ini selalu bisa beryukur atas segala yang telah di beri.
Rasulullah mengejarkan sebuah doa yang sangat baik agar terhindar dari rasa malas. Aku sering mendengar doa ini, tapi baru-baru ini tahu apa artinya.

Allahuma inni a’udzu bika minal hammi wal hazani, wa a’udzu bika minal ajzi wa kasali, jubni wa a’udzu bika minal wa bukhli wa a’udzu bika min ghalabatiddaini wa qahrirrijal (Do’a Rasulullah).

Artinya, Ya Allah Aku berlindung kepada-Mu dari kemurungan dan kesusahan, aku berlindung pada-Mu dari kemalasan, dan dari ketakutan dan kekikiran aku berlindung pada-Mu dari tekanan hutang dan paksaan orang lain. Wallahu’alam

Semoga diri ini bisa lebih bersyukur atas nikmat yang telah di beri, dan di jauhkan dari sifat malas. Amin..

Published in: on 21 December 2010 at 11:08 pm  Leave a Comment  
Tags: , ,

New Post 16/12/2010

lama Tak bersua dengan blogku tercinta. lama tak teringat denganmu ini, sekali teringat karena blog kawan ada update dan di muat di FB. seperti kemarin siswa bilang “maaf ya blog, bukan aku tidak ingat padamu, tapi daya tarik FB lebih besar”. wah benar juga ternyata. kalau pagi sudah di depan komputer, yang di buka itu aplikasi musik, chatting, lalu browser, nah di browser ini website yang di buka pertama kali pastilah sosial networking. tidak tau apakah ini jadi penyakit atau kebiasaan yang sangat tidak baik, karena akan sangat mengganggu aktifitas.

Published in: on 16 December 2010 at 11:07 am  Leave a Comment  

Muhasabah Di 25 Tahun Usia

15 maret 2010

satu hal yang selalu terlintas di benakku adalah telah berkurang lagi jatah gidup yang telah di beri oleh Allah tuk hamba yang banyak dosa ini. tidak terhitung berapa kesalahan yang di buat, berapa banyak janji yang di ingkari, berpa banyak hati yang kecewa dan tersakiti hanya karena diri yang penuh dosa ini.. seperempat abad telah berlalu. selama itu juga diri ini menumpuk dosa. ibadah yang secuil selalu di banggakan, kerja kecil selalu di besar-besarkan.
tidak tau berapa nikmat yang telah di gunakan. tapi hanya sedikit yang bisa di syukuri. waktu, kesempata, tenaga, ilmu, iman, harta. memang benar semua itu hanyalah hiasan dunia jika tidak bisa di gunakan sebagiamana metestinya.. (more…)

Published in: on 16 March 2010 at 7:36 am  Comments (1)  
Tags: , ,

Mengenang Masa Lalu

maret 2005
aq masuk ke sekolah itu dengan posisi sebagai tenaga pendidik.
merentas jalan baru untuk pelajaran yang baru. dengan ilmu yang tidak cukup, tapi setidaknya ada sedikit bekal tuk berbagi.
aq lebih suka menyebutnya berbagi ilmu dari pada mengajari..karena kl mengajari aq memang sudah ahli karena aq tidak ahli di bidang itu makanya aq hanya bisa menyebutnya berbagi ilmu. kalau anak-anak ada sesuatu yang terbaru dan aq tidak tahu dengan senang hati aq akan menerimanya..

belajar tentang komputer, hardware, sofware, internet, sistem, server.. sampai kerjaan yang tidak pentingpun dilakukan. tidak masalah berapa honor yang didapat, kesenangan tersendiri ketika melihat anak2 belajar dengan semangat, mendengar canda tawa mereka.. suara keras tidak masalah, ributpun jadi makanan setiap ketemu dengan mereka. diawal-awal pertemuan marah adalah jalan yang sering di ambil.. seiring dengan waktu dan keadaan, semakin mengerti bagaimana kondisi jiwa mereka. semakin sayang dengan mereka semua..

hala yang tidak biasa dilakukan adalah membuat dokumentasi dari setiap kegiatan yang dilakukan.. padahal kalau mau di hitung-hitung telah banyak hal di lakukan. tapi tidak ada bentuk nyata. itulah kelemahannya. karana memang tidaka terlalu pintar maka hal itu sering kali terabaikan..

senang dan suka berjalan seiring. dengan ilmu secupak dan pengalaman sejumput memang tidak banyak yag bisa di bagi.. belajar bersama itu lebih baik. tapi sesuatu hal yang tidak baik adalah ketika yg membagi ilmu itu tidak lebih pandai dari yang menerima ilmunya.. itu yang selalu jadi beban buat ku..

tahun 2007,

mulai kuliah. sesuatu yang sangat aku inginkan selama ini. mengambil jurusan Tekhnik Informatika di salah satu universitas swasta. bangga rasanya bisa kuliah dengan biaya sendiri. berharap ayah dan ibu bisa tersenyum bangga melihat anaknya bisa kuliah secara mandiri. semester pertama dapat hasil yang cukup bagus, tapi itu hanya di semester pertama, di semeter selanjutnya nilainya tidak begitu bagus lagi.. menurun dan tidak tidak membaik juga. semuanya emang salah ku. kenapa tidak menganggap itu sesuatu yang penting. selalu saja menggap remeh setiap urusan.

tidak banyak yg bisa aku lakukan untuk kalian. tapi itulah yang aku bisa. kalo emang ada yang salah terhadap yang aq lakukan aku minta maaf.
semoga yang telah aq lakukan bisa bermanfaat buat semua. hanya itu yang bisa di lakukan.

maret 2010
aq mengundurkan diri. bukan karena adanya tekanan dari pihak tertentu. tapi aq hanya ingin berubah tuk jadi lebih baik lagi. banyak hal yang harus aq pelajari, komunikasi dengan orang banyak. belajar bisnis, belajar empati dengan sekitar.. maaf kalau di rasa keputusan ini dirasakan mendadak.
jangan di tanya apakah saya tidak sayang dengan siswa lagi?. jangan ditanya apakah sudah tidak nyaman lagi..

seminggu sudah berlalu. rindu rasanya betemu dengan mereka kembali.. miss u all

Published in: on 12 March 2010 at 10:00 pm  Leave a Comment  
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.